Minggu, 10 Mei 2015

Refresh pikiran sejenak




Dunia baru ini mengajakku untuk kembali beradaptasi. beradaptasi pada lingkungan baru, pada orang-orang baru. Dan telah "membuka" mataku tentang dunia kerja yang selama ini kuinginkan. 
Ketika rasa lelah dan penat datang, mereka selalu menghiburku dengan canda yang khas. Rasa kekeluargaan yang begitu cepat muncul di antara kami. walau kami memiliki rentang usia yang berbeda cukup jauh, namun itu bukanlah penghalang bagi kami untuk menjaga jarak.
Kami memang para pendidik ketika kami di lingkungan kerja, namun kami hanyalah sekelompok "anak muda" (tepatnya beberapa di antara kami merasa "masih muda") yang butuh hiburan. Libur di hari Sabtu adalah suatu anugerah yang sangat patut disyukuri dan diperjuangkan untuk bisa menghabiskan waktu bersenang-senang. 
terima kasih sudah mengajakku ke sini, ke Balai Konservasi "Kebun Raya Bogor". aku sangat terhibur. ({})

Rabu, 08 Mei 2013

ALAM DAN MANUSIA YANG KIAN TAK BERSAHABAT


Sekitar 4 milyar tahun lalu, mujizat di alam semesta terjadi. Alam semesta yang akan menjadi planet mulanya hanyalah gumpalan-gumpalan api, dan awan berisi partikel debu yang menggumpal menjadi satu. Gunung- gunung api yang masih mengeluarkan lava kemudian membeku, pecah dan mengembang atau menyebar menggambarkan bagaimana bumi pada awalnya. Atmosfer yang berbentuk seperti tungku penuh dengan uap air dan karbon dioksida dan tanpa oksigen. Karena keadaan bumi yang dingin, uap-uap air ini kemudian mengembun dan akan jatuh ke tanah membentuk saluran-saluran seperti pembuluh darah dalam tubuh kita. Air yang jatuh ke tanah ini membentuk sungai dan mengalir ke samudera. Air ini melarutkan mineral dari bebatuan sehingga samudera menjadi bergaram.
Archaebacteria adalah awal mula kehidupan itu muncul. Archaebacteria hidup dari panas bumi. Archaebacteria ini menyerap panas dari matahari. Archaebacteria terus berkembang hingga munculnya Cyanobacteria sebagai pelopor kehidupan tumbuhan yang mampu menyerap cahaya matahari dan mengubahnya menjadi energy dengan zat hijau yang dimilikinya.  Seperti kita tahu bahwa tumbuhan menyerap air dan karbon dioksida kemudian memecahnya menjadi energy dan oksigen dengan bantuan cahaya matahari. Oksigen inilah yang akan memberi kehidupan di bumi. 
Bumi kita bergantung pada keseimbangan. Di mana setiap makhluk memiliki peran dan hidup hanya melalui keberadaan makhluk lainnya. Air dan udara tak terpisahkan dan menyatu dalam kehidupan kita di bumi. Oksigen yang kita hirup adalah 70% dari ganggang dan pohon yang hidup di permukaan bumi. Sedangkan untuk membuat pohon yang terus menerus berkembang dari Cyanobacteria membutuhkan waktu lebih dari 4 milyar tahun. Pohon-pohon ini hidup dari cahaya matahari sebagai sumber makanan mereka. Maka tumbuhan memiliki kayu, daun, akar dan bagian-bagian lainnya. Jika pohon ini mati atau lapuk, maka akan ada mineral yang larut ke bawah dan akan membentuk lapisan tanah. Tanah sebagai tempat seluruh organisme hidup, termasuk kita, manusia.
Manusia yang tercipta sejak 200.000 tahun yang lalu, mampu membuat perubahan yang sangat besar terhadap keadaan bumi kita. Seperti yang kita sadari sejak awal, bahwa Tuhan menciptakan manusia baik adanya. Tuhan memberi akal budi kepada manusia agar manusia dapat menggunakan akal budi untuk kehidupan yang lebih baik. Namun, karena keterbatasan fisik yang ada pada manusia, manusia mengubah cara hidup lama yaitu berburu dan nomaden kini sudah beralih ke cara hidup yang lebih modern, yaitu dengan menciptakan alat-alat besar yang mampu mempermudah pekerjaan manusia. Pertanian sebagai revolusi besar pertama yang dilakukan oleh manusia.
Bangunan-bangunan pencakar langit banyak didirikan di Negara-negara maju, seperti China dan New York. Mereka mengeksploitasi energy yang terdapat dalam bumi sehingga mampu menciptakan alat-alat canggih sehingga manusia tidak perlu repot-repot bekerja dan menghabiskan energy mereka. Tapi, sadarkah kita bahwa kita menghabiskan energy yang semakin lama semakin sedikit ini? Seharusnya kita menjaga energy tak terbarukan yang dimiliki oleh bumi kita. Pembuatan pupuk dan pestisida-pestisida yang banyak digunakan oleh petani secara tidak langsung juga merubah keadaan lingkungan kita. Zat-zat berbahaya pada pestisida dapat merusak tubuh kita. Pupuk kimia yang dibuat juga menimbulkan dampak serius yang sampai saat ini masih diabaikan. Penambangan yang terus menerus dilakukan akan menghabiskan hampir seluruh cadangan energy yang ada di bumi.
Negara Dubai, mampu membangun pulau buatan di atas laut dari hasil pengeksporan minyak bumi ke berbagai Negara, bahkan Dubai memiliki banyak pekerja dari luar negeri. Dubai mampu mengubah air laut menjadi air untuk dikonsumsi oleh rakyatnya.
Kita belum menyadari bahwa kita menghabiskan apa yang disediakan alam. Seperti penangkapan ikan yang dilakukan oleh industry-industri. Di samudra yang seharusnya terdapat banyak ikan kini sudah hampir tidak ada ikan lagi, ikan terlalu sering ditangkap hingga mereka tak sempat bereproduksi. Tak hanya ikan, manusia pun banyak menghabiskan air. Tak hanya untuk pertanian, untuk kehidupan sehari-hari kita sangat membutuhkan air. Sungai yang dulunya mengalirkan air ke laut kini tak lagi mengalir. Air yang ditampung di danau-danau makin lama makin menurun ketinggian permukaannya.
Hampir 20% manusia yang hidup di bumi hidup di tempat yang tidak layak. Mereka hidup di daerah yang padat penduduk, kekurangan air, sanitasi yang tidak layak serta tidak ada listrik. Peristiwa kelaparan terjadi di berbagai belahan dunia. Manusia banyak menghabiskan energy yang kian lama kian menipis. Karena banyaknya energy yang digunakan, maka karbon dioksida yang dihasilkan ke atmosfer juga semakin banyak. Karbon yang dihasilkan ke atmosfer akan membuat bumi semkain panas, inilah yang menyebabkan es di kutub kian lama kian mencair sehingga permukaan laut terus meningkat. Jika es di kutub terus mencair, lalu bagaimana dengan habitat beruang kutub yang ada di sana? Tentu makin lama populasi beruang kutub akan berkurang, bahkan mungkin akan punah. Kenapa semua ini bisa terjadi? Siapa yang menyebabkan? Sebagai manusia, kita seharusnya menyadari bahwa ini tak lain adalah perbuatan kita. Setiap tahun, sekitar 13juta hektar hutan lenyap, dan berganti menjadi lahan industry. Banyak hewan-hewan langka kehilangan habitatnya sehingga kian punah. Lalu, apa usaha kita sebagai manusia untuk memperbaiki kesalahan besar yang telah kita lakukan?
Jika kita tidak memulainya dai sekarang, sangat besar kemungkinan tumbuhan dan hewan-hewan akan punah dan akan tergantikan oleh mesin-mesin canggih yang sangat membuang energy yang masih tersisa. Tak perlu menyadarkan orang lain, tapi mulailah dari diri kita sendiri. Jika bukan kita, siapa lagi?

Sabtu, 05 Januari 2013

Ini Bedanya Hidung Kanan dan Hidung Kiri


KITA memiliki hidung berlubang disebelah kiri dan disebelah kanan, apakah fungsinya sama untuk menghirup dan membuang nafas?
Sebenarnya fungsinya tidak sama dan dapat kita rasakan bedanya sebelah kanan mewakili matahari (mengeluarkan panas) dan sebelah kiri mewakili bulan (mengeluarkan dingin). Jika sakit kepala, cobalah menutup lubang hidung sebelah kanan dan bernafaslah melalui hidung sebelah kiri dan lakukan kira-kira 5 menit,sakit kepala akan sembuh.

Anda merasa lelah, lakukan bolak-balik. Tutup lubang hidung sebelah kiri dan bernafaslah melalui hidung sebelah kanan. Tak lama kemudian, Anda akan merasakan segar kembali. Sebab lubang hidung sebelah kanan mengeluarkan panas, sehingga gampang sekali panas, Lubang hidung sebelah kiri mengeluarkan dingin.

Perempuan bernafas lebih dengan hidung sebelah kiri, sehingga hatinya gampang sekali dingin. Laki-laki bernafas lebih dengan hidung sebelah kanan, sehingga gampang sekali marah. Apakah Anda ada memperhatikan pada saat bangun, lubang hidung sebelah mana yang bernafas lebih cepat?

Sebelah kiri atau kanan? Jika lubang hidung sebelah kiri bernafas lebih cepat, Anda akan merasa sangat lelah. Tutuplah lubang hidung sebelah kiri dan gunakan lubang hidung sebelah kanan untuk bernafas, Anda akan merasa segar kembali dengan cepat. Cara tersebut boleh diajarkan kepada anak-anak, tetapi efeknya akan lebih baik diterapkan kepada orang dewasa. Biasakanlah untuk selalu menerapkan terapi perrnafasan ini, tubuh Anda akan merasa sangat tenang sekali.

Jam Biologis Manusia


Seringkali seseorang melupakan kesehatan tubuhnya karena melakukan beragam aktifitas, untuk itu sangat perlu mengetahui jam biologis dari tubuh kita. Dengan adanya pengetahuan ini, kita mampu menjaga serta mengatur fungsi organ yang setiap saat dapat berubah sejak pagi hingga malam hari.
Berikut ini beberapa perubahan ritme tubuh yang terjadi sepanjang hari, seperti dikutip dari Slimseeker, Senin (18/4/2011).

Pukul 1-2 dinihari: Fase tidur paling lelap
Pada jam-jam tersebut, aktivitas berbagai sistem organ banyak yang diistirahatkan. Namun bagi yang hamil, produksi progesteron akan meningkat sehingga peluang untuk melahirkan pada tengah malam selalu lebih tinggi.
Pukul 4-5 pagi: Suhu tubuh paling rendah

Pukul 5-6 pagi: Peningkatan tekanan darah paling tajam
Produksi melatonin atau hormon yang memicu rasa kantuk mulai berhenti, sementara tekanan darah meningkat paling tajam dibandingkan waktu lainnya. Produksi kortisol atau hormon stres meningkat sehingga otak siap untuk bekerja seharian, namun peningkatannya tidak sampai memicu stres.

Pukul 7 pagi: Hormon seks meningkat
Peningkatan testosteron pada pria maupun wanita terjadi pada pagi hari, sehingga mampu membangkitkan gairah seks. Karena itu, pagi hari adalah waktu yang tepat untuk bercinta.
Pukul 8 pagi: Pergerakan usus meningkat
Jam ini cocok untuk buang air besar (BAB) pada pagi hari. Karena pada jam ini adalah proses alamiah, yakni terjadi pergerakan usus paling tinggi pada waktu tersebut. Pengukuran berat badan paling akurat dilakukan pada pagi hari setelah buang air besar.
Pukul 9 pagi: Metabolisme paling tinggi
Waktu yang tepat untuk sarapan pagi adalah sekitar pukul 9 karena ada peningkatan metabolisme. Artinya lemak-lemak yang diserap dari makanan pada waktu-waktu tersebut tidak akan banyak yang menumpuk.

Pukul 10-11 siang: Kewaspadaan tinggi
Ibarat mesin diesel, tubuh dan pikiran sudah panas dan mencapai kondisi ideal untuk beraktivitas saat menjelang siang. Tingkat kewaspadaan tinggi, jarang ada yang mengantuk kecuali memang sedang kurang tidur.

Pukul 11-2 siang: Stres meningkat
Jeda istirahat dibutuhkan untuk memberi kesempatan bagi tubuh dan pikiran untuk menyegarkan diri. Makan siang di luar bisa menyegarkan pikiran, sekaligus membiarkan tubuh terkena sinar matahari yang bisa memperkuat sistem kekebalan tubuh.

Pukul 2-3 siang: Koordinasi terbaik
Melakukan banyak hal sekaligus atau multitasking paling cocok dilakukan pada siang hari, karena kemampuan otak untuk melakukan koordinasi berada pada titik tertinggi. Di sisi lain, proses pencernaan makanan belum selesai sehingga kemampuan fisik agak berkurang.

Pukul 3-5 sore: Denyut jantung paling stabil
Jika ingin berolahraga, sore hari adalah waktu paling tepat karena level adrenalin berada di level tertinggi. Selain itu, denyut jantung dan tekanan darah paling stabil sehingga cocok untuk melakukan aktivitas fisik.
Pukul 5-8 sore: Proses pembuangan racun
Fungsi hati dalam memproses racun-racun sisa metabolisme paling tinggi pada sore hari, sehingga perlu didukung dengan minum air putih. Keinginan untuk ngemil juga tinggi karena kemampuan indra penciuman (hidung) dan perasa (lidah) meningkat.

Pukul 8-10 malam: Metabolisme dan pergerakan usus berkurang
Karena aktivitas fisik berkurang, maka pembakaran energi tidak banyak terjadi di malam hari. Artinya jika makan di malam hari, maka cadangan energi yang disimpan dalam bentuk lemak juga akan semakin banyak.
Pukul 10-11 malam: Hormon seks meningkat lagi
Dibandingkan pagi hari, peningkatan libido atau gairah seks pada malam hari tidak terlalu tinggi karena secara fisik sudah kelelahan. Namun peluang terjadinya ovulasi dan pembuahan paling tinggi pada hubungan seks malam hari menjelang tidur ketimbang pagi hari. (lw/detikcom)

Sabtu, 01 Desember 2012

Laporan Praktikum Radioaktivitas


LAPORAN PRAKTIKUM
RADIOAKTIVITAS

MATA KULIAH: BIOFISIKA

 









Dosen Pengampu: Ign. Edi Santosa


Oleh:
Margaretha Bertie Riyani    101434011



PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SANATA DHARMA
YOGYAKARTA
2012

A.    ACARA PRAKTIKUM
Judul praktikum    : Radioaktivitas
Hari, tanggal         : Rabu, 26 September 2012
Waktu                   : 13.00 – 15.00 WIB
Tempat                  : Laboratorium Fisika Universitas Sanata Dharma

B.     TUJUAN
Tujuan dari praktikum ini antara lain:
1.      Mahasiswa dapat mempelajari cara mendeteksi sinar radioaktif dengan detektor Geiger Muller.
2.      Mahasiswa mampu melakukan pencacahan dengan detektor Geiger Muller untuk beberapa sumber radioaktif dengan jarak yang berbeda-beda.
3.      Mahasiswa mengetahui pengaruh jarak terhadap pencacahan sumber radioaktif.
4.      Mahasiswa mampu menjelaskan pengaruh radiasi terhadap makhluk hidup.

C.    ALAT DAN BAHAN
Alat dan bahan yang digunakan untuk percobaan ini adalah:
1.      Tabung Geiger Muller
2.      Sumber tegangan tinggi
3.      Counter
4.      Sumber radioaktif Cs – 137
5.      Sumber radioaktif C – 14
6.      Kain lampu
7.      Penghapus karet

D.    DASAR TEORI
Radioaktivitas adalah kemampuan inti atom yang tak stabil untuk memancarkan radiasi dan berubah menjadi inti yang stabil. Proses perubahan ini disebut peluruhan, dan inti atom yang tak stabil disebut radionuklida. Materi yang mengandung radionuklida disebut zat radioaktif. Radioaktivitas melibatkan transmutasi unsur-unsur. Peristiwa pemancaran sinar-sinar radioaktif dari sebuah inti atom yang tidak mantap secara spontan disebut radioaktivitas. Gejala radiokativitas sangat berperan dalam pengembangan Fisika nuklir.
Detektor Geiger Muller adalah alat pencacah radiasi yang berfungsi untuk mendeteksi dan mencacah radiasi. Detektor Geiger terdiri dari tabung silinder yang pada pusatnya memanjang dipasang kawat anoda dan pada selubung silinder bagian dalam dipasang kulit sebagai katoda. Detektor Geiger Muller berfungsi untuk menentukan atau mencacah banyaknya radiasi sinar radioaktif. Cara kerja dari detektor Geiger Muller adalah mendeteksi radiasi dari suatu sumber atau bahan radioaktif.
Pada litosfer, banyak terdapat inti radioaktif yang sudah ada bersamaan dengan terjadinya bumi, yang tersebar secara luas dan disebut radionuklida alam. Radionuklida alam banyak terkandung dalam berbagai macam materi dalam lingkungan, misalnya dalam air, tumbuhan, kayu, bebatuan, dan bahan bangunan. Radionuklida primordial dapat ditemukan juga di dalam tubuh manusia. Radiasi dari sinar radioaktif memang dapat memberikan dampak yang buruk bagi tubuh, antara lain dapat terjadi mutasi gen karena akan terjadi perubahan struktur zat serta pola reaksi kimia yang merusak sel-sel tubuh makhluk hidup sehingga makhluk hidup dapat mengalami kecacatan fisik.
Selain itu, seseorang yang terkena radiasi akan merasa pusing, nafsu makan berkurang, diare, demam, berat badan menurun, kanker darah atau leukemia, denyut nadi meningkat, serta daya tahan tubuh berkurang yang dapat menyebabkan seseorang mudah terserang penyakit. Radiasi akan membunuh sel-sel saraf dan pembuluh darah dan dapat menyebabkan kejang dan kematian mendadak. Radiasi dengan kekuatan yang tinggi dapat membuat rambut menghilang dengan cepat. Dan radiasi dapat membuat seseorang mengalami kemandulan karena sistem reproduksi yang terganggu.
Proses penyebaran partikel radioaktif dapat terjadi melalui udara, air dan tanah. Secara umum jenis radiasi yang terpancar dari bahan radioaktif baik pada fasilitas PLTN atau yang berhubungan dengan fasilitas nuklir lainnya dan keluar ke lingkungan terdiri dua tipe, yaitu paparan eksternal dan paparan internal. Tipe radiasi paparan luar (eksternal) atau paparan langsung yang terjadi melalui kontak dengan tubuh kita dari luar tubuh. Tipe radiasi paparan dalam (internal) yaitu paparan yang terjadi di dalam tubuh akibat zat atau partikel radioaktif terserap atau masuk kedalam tubuh baik lewat aktifitas pernafasan, makan atau minum keluar dari reaktor.
E.     PROSEDUR
1.      Pencacahan sumber radioaktif pada jarak x dengan jenis sumber radioaktif yang berbeda
a.       Menyusun rangkaian dengan menghubungkan tabung Geiger Muller, counter, dan sumber tegangan tinggi pada tempat yang sesuai.
b.      Menyalakan pengukur tegangan dan diatur voltasenya, mengatur waktu untuk pengukuran pencacahan sumber radioaktif (60 detik).
c.       Memasukkan salah satu sumber radioaktif ke dalam detector Geiger Muller ke dalam suatu jarak tertentu.
d.      Memulai pengukuran dengan menunggu selama 60 detik, sampai lampu pada penunjuk cacahan menyala dan dilakukan pengulangan sebanyak 3 (tiga) kali.
e.       Hasil yang diperoleh dicatat dan dimasukkan ke dalam tabel hasil percobaan.
f.       Mengulangi langkah 3 sampai 5 untuk beberapa sumber radioaktif yang telah disediakan (masih dalam jarak yang sama).

2.      Pencacahan sumber radioaktif tertentu dengan jarak yang bervariasi
a.       Rangakaian untuk percobaan 1 masih digunakan
b.      Sumber radioaktif yang telah ditentukan (Cs 137 dengan aktivitas 10,7 ยต Ci) dimasukkan ke dalam detektor Geiger Muller dan diukur jaraknya dengan tabung Geiger Muller.
c.       Dilakukan pengulangan sebanyak tiga (3) kali.
d.      Hasil cacahan yang diperoleh dicatat dan dimasukkan ke dalam tabel.
e.       Langkah 2 sampai 4 diulangi untuk jarak yang berbeda-beda.
f.       Sumber radioaktif yang lain seperti kain lampu dan tanpa sumber juga dihitung dengan langkah yang sama.


F.     DATA HASIL PERCOBAAN
Dari hasil percobaan, diperoleh hasil sebagai berikut:
1.      Untuk jarak (x) = 1 cm
Tegangan (v) = 420 volt
Waktu (t) = 60 detik

Sumber
Aktivitas (ยต Ci)
Cacahan
Rata-rata
Cs – 137
10,7
3069
2766
2692
2842,3
Cs – 137
10
1208
1078
1072
1119,3
Cs – 137
9,8
1022
949
937
969,3
Cs – 137
9
2326
1649
1650
1875
C – 14
10
70
72
83
75
Penghapus karet
-
36
39
32
35,7
Kain lampu
-
379
354
380
371
Tanpa sumber
-
197
122
201
173,3

2.      Untuk sumber Cs – 137 dengan aktivitas 10,7 ยต Ci
Tegangan (v) = 420 volt
Waktu (t) = 60 detik

Jarak (x dalam cm)
Cacahan
Rata-rata
1
2836
2692
2711
2746,3
2,4
1436
1293
1365
1364,7
3,7
773
706
672
717
5,1
566
435
484
495
6,4
366
286
273
308,3
7,8
315
246
249
270



3.      Untuk tanpa sumber
Tegangan (v) = 420 volt
Waktu (t) = 60 detik

Jarak (x dalam cm)
Cacahan
Rata-rata
1
218
185
200
201
2,4
118
116
105
113
3,7
76
89
84
83
5,1
73
56
64
64,3
6,4
47
0
73
40
7,8
37
45
56
46


G.    PEMBAHASAN
Berdasarkan hasil percobaan, dapat diketahui bahwa semua sumber radioaktif yang diujikan menghasilkan radiasi meski dengan besaran cacahan yang berbeda-beda. Besarnya cacahan yang berbeda tersebut tergantung pada jarak dimana sumber radioaktif tersebut diletakkan dengan tabung Geiger Muller serta jenis sumber radioaktif yang diujikan. Semakin besar jarak sumber radioaktif dengan detektor maka semakin kecil radiasi yang diberikan (dalam hal ini angka cacahan yang diperoleh semakin kecil), dan begitu sebaliknya dimana semakin dekat jarak sumber radioaktif dengan tabung detektor maka cacahan yang terlihat di counter semakin besar.
Sementara jenis sumber radioaktif yang diujikan dapat memberikan hasil yang berbeda karena adanya aktivitas yang dihasilkan oleh sumber radioaktif tersebut. Semakin tinggi aktivitas yang dimiliki oleh sumber radioaktif, semakin besar radiasi yang dipancarkan. Hal ini dikarenakan semakin besar aktivitasnya semakin banyak inti atom yang meluruh tiap detiknya sehingga inti atom tersebut akan terus memancarkan radiasi sampai atom tersebut berada dalam keadaan yang stabil.
Radiasi dapat tercipta tidak hanya dari sumber radioaktif yang terdapat di laboratorium, tetapi juga terdapat dalam lingkungan sekitar kita seperti pada kain lampu dan penghapus karet yang dijadikan salah satu sampel dalam percobaan. Setiap benda yang ada di sekitar kita menghasilkan radiasi, walau dalam jumlah yang sangat kecil dan tidak sebanding dengan beberapa sumber radioaktif yang terdapat di laboratorium (seperti Cs 137 dan C 14). Adanya radiasi dalam lingkungan kita membuat kita harus selalu berhati-hati dalam melakukan segala sesuatu, tetapi juga jangan terlalu takut untuk melakukannya selama itu tidak begitu berbahaya dan sejalan dengan kelangsungan hidup kita.
Seperti yang telah dijelaskan dalam dasar teori bahwa radiasi memiliki dampak yang berbahaya bagi kesehatan dan keselamatan tubuh makhluk hidup. Radiasi pada radioaktif memiliki daya tembus yang tinggi sehingga dapat menimbulkan panas dan menghasilkan perubahan-perubahan kimia, termasuk dalam tubuh makhluk hidup. Radiasi yang dapat membahayakan bagi tubuh jika radiasi yang dipancarkan tersebut dalam jumlah yang besar, jika dalam jumlah yang kecil, radiasi tersebut juga berdampak kecil bagi kesehatan tubuh, seperti pusing, demam dan berat badan menurun.

H.    KESIMPULAN
Kesimpulan yang dapat diambil dari percobaan ini adalah:
1.      Semakin tinggi aktivitas dari suatu sumber radioaktif, semakin besar pula radiasi yang dihasilkan (dipancarkan).
2.      Semakin jauh jarak sumber radioaktif dengan detector, cacahan yang diperoleh semakin kecil. Dan begitu sebaliknya, semakin dekat jarak sumber radioaktif dengan detector, cacahan yang diperoleh semakin besar.
3.      Benda-benda di sekitar kita seperti penghapus karet dan kain lampu juga menimbulkan radiasi (terdapat cacahan) meskipun dalam jumlah yang sedikit.
4.      Pada tabung detector tidak terdapat sumber (kosong), terdapat cacahan yang terukur. Hal ini menunjukkan bahwa di udara juga terdapat radiasi meski dalam jumlah yang kecil.
5.      Radiasi yang dipancarkan dalam jumlah yang besar dapat berdampak buruk bagi kesehatan dan keselamatan makhluk hidup, seperti terserang penyakit atau bahkan menyebabkan kematian.